Jumat, 18 Oktober 2013
aku
Sekarang aku sadar, bahwa akulah yang kepdan mengira kau menyukaiku, padahal kau hanya menjadikanku tempat disaat kau bosan dan sendirian...
Hopeless when i see u
Pada akhirnya..
pura pura seakan akan semua baik baik aja ga berhasil..
semakin sakit..
sakit berpura-pura tersenyum bahagia di depan semua orang..
sakit berpura-pura ikut bahagia melihat mu dengannya..
Dan ternyata sakit mengakui kau bahagia bersamanya..
Karma?
Iya mungkin ini karma..
Tapi haruskah aku merasakan ini..
Semua seperti tidak ada artinya...
Kehilangan dirimu sama seperti kehilangan separuh dari hidupku..
Semangatku..
Tujuanku..
Mungkinkah kamu kembali kesini?
Kapan kamu bisa melihat aku yang berdiri diam di depanmu..
Menunggumu yang selalu tak melihatku..
Apakah ini percuma?
pura pura seakan akan semua baik baik aja ga berhasil..
semakin sakit..
sakit berpura-pura tersenyum bahagia di depan semua orang..
sakit berpura-pura ikut bahagia melihat mu dengannya..
Dan ternyata sakit mengakui kau bahagia bersamanya..
Karma?
Iya mungkin ini karma..
Tapi haruskah aku merasakan ini..
Semua seperti tidak ada artinya...
Kehilangan dirimu sama seperti kehilangan separuh dari hidupku..
Semangatku..
Tujuanku..
Mungkinkah kamu kembali kesini?
Kapan kamu bisa melihat aku yang berdiri diam di depanmu..
Menunggumu yang selalu tak melihatku..
Apakah ini percuma?
Kamis, 17 Oktober 2013
Maybe it's the last
Harus sayang itu hilang?
apakah sekarang udah sesuai dengan apa yang kamu mau?
aku ikut bahagia, kalo kamu bahagia dengan pilihan kamu sekarang..
paling ngga, diluar aku baik baik aja...
Sakit?
Silahkan tanya dirimu sendiri...
apakah menurutmu hati ini sakit?
lalu jika aku sakit, haruskah sayang itu juga hilang?
harus juga kah aku membalas sakit itu dengan benci?
Jika kamu senang dengan pilihanmu, itu lebih baik..
Maaf?
Apa jawaban yang harus aku beri untuk kata maafmu?
Ok, dimaafkan? itu yang ingin kamu dengar?
sudahlah,tidak perlu meminta maaf lagi..
maaf itu sudah terlalu sering kau ucap, dan tak ada yang berubah dengan kamu meminta maaf..
Cuma satu yang ingin kutanya, sudahkah kau senang dengan pilihanmu?
nyamankah kau sekarang?
Bukankah kau sudah mendapat apa yang kau mau?
Kenapa diam? Kenapa tidak menjawab?
Bukankah tadi kau juga bertanya sudahkah aku membencimu?
untuk alasan apa kau menanyakan hal itu..
Benci?
Untuk apa benci?
Aku masih ngehargain apa yang kamu perjuangin dulu..
iya, sayang kamu untukku..
Lagian, benci akan menambah sakit ini..
Jadi, bingung yang selama ini ada sudah hilang kan?
Kenapa tak menjawab pertanyaanku?
Tenang aja, aku gapapa..
kamu ingin aku agar membencimu?
BISA jika itu yang kau inginkan..
Benci?
Itu masalah perasaan..
Selamat jika kau sudah senang dengan pilihanmu..
Just answer it, it's simple..
Kenapa merasa terpojok dengan pertanyaanku?
Justru jika kau berbelit-belit menjawabnya, itu menandakan kau tak yakin..
Dengan menampakkan wajah tak kenal di depanku..
Kau merasa bangga?
Kau merasa hebat?
Sudah memilihnya...
Kenapa harus ga enak bertemu denganku?
Merasa bersalah?
Kenapa harus merasa bersalah untuk sesuatu yang menurutmu benar?
Karena menurutmu aku akan menyalahkan sikapmu?
Tentu tidak..
Sakit?
ya hati ini sakit..
Tapi haruskah aku sakit melihat orang yang aku sayang bahagia?
Tapi akan lebih sakit..
Jika ternyata kamu tak bahagia dengan apa yang kamu pilih sekarang..
Yang membenarkan sikapmu bukanlah kamu, aku atau dia..
Tapi orang di luar lingkaran kita..
Jika aku atau kamu yang menilai..
Pasti kita menggunaka ego masing-masing..
Oranglah yang menilai agar itu adil..
Ya, benar..
yang tau kebenaran emang kita..
Tapi terkadang kebenaran soal perasaan sering tertukar dengan kebenaran dari ego..
Itulah yang menyebabkan kamu bertanya "sudahkan kamu membenciku?"
Itulah ego, karena perasaan tak akan pernah berfikir seperti itu..
Padahal, taukah kamu?
Arti sayang itu adalah memaafkan kesalahan orang yang kita sayang pada saat itu juga saat dia salah..
I got it..
Aku ngerti sesuatu dari semua jawabanmu..
Mengerti bagaimana sebenarnya kamu..
Mengerti apa yang sedang kamu rasain..
Jadi, jangan coba berbohong padaku..
Yang aku tau?
Kau terlalu memikirkan bagaimana pendapat orang..
Kau baik, terlalu baik, sehingga..
Kamu plin-plan..
Apa yang kamu bilang sekarang, ga bisa jadi patokan untuk besok..
Dan yang terakhir...
kamu ga bisa ngehargain diri kamu sendiri..
Kenapa?
Itu karena kamu ga ngehargain apa yang kamu usahain dulu..
selain itu, semua sikapmu membuatku nyaman..
Nah, benar kan?
Sampai-sampai.. kamu seperti dibutakan cinta..
Tidak, ini bukan masalah menghargai pengorbananku..
Tapi harusnya kamu menghargai pengorbanan kamu sendiri..
Haha.. dengan kamu menyalahkan dirimu sendiri..
Itu cukup menunjukkan kamu tak bisa menghargai dirimu sendiri..
Bingung?
Kenapa?
Tenang aja, aku udah ga kaya anak kecil lagi..
Aku merengek memohon padamu..
Itu menunjukkan aku seperti anak kecil..
Seharusnya aku lebih dewasa menyikapi kamu yang ternyata lebih kekanakan dari aku..
Bukankah anak kecil lebih mementingkan egonya?
Dengan merengek berarti dia tak menggunakan pikirannya..
Dia mikir jalan tercepat dan termudah untuk mendapat apa yang dia inginkan..
Kenapa kamu seperti anak kecil?
Ya, karena kamu ngga konsisten..
Ya, itu karena apa yang kamu bilang hari ini, ga akan bisa dipakai besok..
Karena pasti sudah berbeda...
apakah sekarang udah sesuai dengan apa yang kamu mau?
aku ikut bahagia, kalo kamu bahagia dengan pilihan kamu sekarang..
paling ngga, diluar aku baik baik aja...
Sakit?
Silahkan tanya dirimu sendiri...
apakah menurutmu hati ini sakit?
lalu jika aku sakit, haruskah sayang itu juga hilang?
harus juga kah aku membalas sakit itu dengan benci?
Jika kamu senang dengan pilihanmu, itu lebih baik..
Maaf?
Apa jawaban yang harus aku beri untuk kata maafmu?
Ok, dimaafkan? itu yang ingin kamu dengar?
sudahlah,tidak perlu meminta maaf lagi..
maaf itu sudah terlalu sering kau ucap, dan tak ada yang berubah dengan kamu meminta maaf..
Cuma satu yang ingin kutanya, sudahkah kau senang dengan pilihanmu?
nyamankah kau sekarang?
Bukankah kau sudah mendapat apa yang kau mau?
Kenapa diam? Kenapa tidak menjawab?
Bukankah tadi kau juga bertanya sudahkah aku membencimu?
untuk alasan apa kau menanyakan hal itu..
Benci?
Untuk apa benci?
Aku masih ngehargain apa yang kamu perjuangin dulu..
iya, sayang kamu untukku..
Lagian, benci akan menambah sakit ini..
Jadi, bingung yang selama ini ada sudah hilang kan?
Kenapa tak menjawab pertanyaanku?
Tenang aja, aku gapapa..
kamu ingin aku agar membencimu?
BISA jika itu yang kau inginkan..
Benci?
Itu masalah perasaan..
Selamat jika kau sudah senang dengan pilihanmu..
Just answer it, it's simple..
Kenapa merasa terpojok dengan pertanyaanku?
Justru jika kau berbelit-belit menjawabnya, itu menandakan kau tak yakin..
Dengan menampakkan wajah tak kenal di depanku..
Kau merasa bangga?
Kau merasa hebat?
Sudah memilihnya...
Kenapa harus ga enak bertemu denganku?
Merasa bersalah?
Kenapa harus merasa bersalah untuk sesuatu yang menurutmu benar?
Karena menurutmu aku akan menyalahkan sikapmu?
Tentu tidak..
Sakit?
ya hati ini sakit..
Tapi haruskah aku sakit melihat orang yang aku sayang bahagia?
Tapi akan lebih sakit..
Jika ternyata kamu tak bahagia dengan apa yang kamu pilih sekarang..
Yang membenarkan sikapmu bukanlah kamu, aku atau dia..
Tapi orang di luar lingkaran kita..
Jika aku atau kamu yang menilai..
Pasti kita menggunaka ego masing-masing..
Oranglah yang menilai agar itu adil..
Ya, benar..
yang tau kebenaran emang kita..
Tapi terkadang kebenaran soal perasaan sering tertukar dengan kebenaran dari ego..
Itulah yang menyebabkan kamu bertanya "sudahkan kamu membenciku?"
Itulah ego, karena perasaan tak akan pernah berfikir seperti itu..
Padahal, taukah kamu?
Arti sayang itu adalah memaafkan kesalahan orang yang kita sayang pada saat itu juga saat dia salah..
I got it..
Aku ngerti sesuatu dari semua jawabanmu..
Mengerti bagaimana sebenarnya kamu..
Mengerti apa yang sedang kamu rasain..
Jadi, jangan coba berbohong padaku..
Yang aku tau?
Kau terlalu memikirkan bagaimana pendapat orang..
Kau baik, terlalu baik, sehingga..
Kamu plin-plan..
Apa yang kamu bilang sekarang, ga bisa jadi patokan untuk besok..
Dan yang terakhir...
kamu ga bisa ngehargain diri kamu sendiri..
Kenapa?
Itu karena kamu ga ngehargain apa yang kamu usahain dulu..
selain itu, semua sikapmu membuatku nyaman..
Nah, benar kan?
Sampai-sampai.. kamu seperti dibutakan cinta..
Tidak, ini bukan masalah menghargai pengorbananku..
Tapi harusnya kamu menghargai pengorbanan kamu sendiri..
Haha.. dengan kamu menyalahkan dirimu sendiri..
Itu cukup menunjukkan kamu tak bisa menghargai dirimu sendiri..
Bingung?
Kenapa?
Tenang aja, aku udah ga kaya anak kecil lagi..
Aku merengek memohon padamu..
Itu menunjukkan aku seperti anak kecil..
Seharusnya aku lebih dewasa menyikapi kamu yang ternyata lebih kekanakan dari aku..
Bukankah anak kecil lebih mementingkan egonya?
Dengan merengek berarti dia tak menggunakan pikirannya..
Dia mikir jalan tercepat dan termudah untuk mendapat apa yang dia inginkan..
Kenapa kamu seperti anak kecil?
Ya, karena kamu ngga konsisten..
Ya, itu karena apa yang kamu bilang hari ini, ga akan bisa dipakai besok..
Karena pasti sudah berbeda...
Next chapter about love
Kadang, cintu itu indah...
tapi menurut aku, cinta itu indah di awalnya aja..
Sampe sekarang keyakinan itu belum berakhir..
cinta ya, ya cinta yang dulu pernah ada..
yang dulu aku perjuangkan, pada akhirnya kandas..
ya cinta tak selamanya indah..
tergantung tokoh dalam cerita cinta itu sendiri...
Dan mungkin, sekarang ini waktu untuk mengakhiri cinta itu..
tapi menurut aku, cinta itu indah di awalnya aja..
Sampe sekarang keyakinan itu belum berakhir..
cinta ya, ya cinta yang dulu pernah ada..
yang dulu aku perjuangkan, pada akhirnya kandas..
ya cinta tak selamanya indah..
tergantung tokoh dalam cerita cinta itu sendiri...
Dan mungkin, sekarang ini waktu untuk mengakhiri cinta itu..
Langganan:
Postingan (Atom)