Tertahan di antara jiwa yang merindu
Tersimpan di relung terdalam perindu
Tersadar karena sang terindu tak merindu
Terhenyak sesaat sang perindu ternyata merindu sendiri
Salahkah seorang perindu tak dapat mengatakan rindu?
Hingga tersimpan hanya sebagai rindu
Kamis, 27 Maret 2014
Selasa, 25 Maret 2014
Rindu yang tak tersampaikan
Rindu yang tak tersampaikan
Kepada sang pemilik rindu
Rindu yang tertahan
Tanpa bisa terungkap
Tidak, bukan karena malu
Hanya tak bisa kuungkap itu
Bukan karena gengsiku
Hanya bibir ini kelu tuk katakan itu
Bukan pula karena egoku
Hanya semua kata membeku
Rindu yang tak tersampaikan
Kepadamu sang pemilik rindu
Jauh batas yang memisahkan
Lama waktu yang berputar
Tak mampu untuk menghapus rindu ini
Malah semakin lama rindu ini semakin menjadi
Rindu yang tak tersampaikan
Kepadamu sang pemilik rindu
Semoga pada akhirnya akan tersampaikan
Kepada sang pemilik rindu
Rindu yang tertahan
Tanpa bisa terungkap
Tidak, bukan karena malu
Hanya tak bisa kuungkap itu
Bukan karena gengsiku
Hanya bibir ini kelu tuk katakan itu
Bukan pula karena egoku
Hanya semua kata membeku
Rindu yang tak tersampaikan
Kepadamu sang pemilik rindu
Jauh batas yang memisahkan
Lama waktu yang berputar
Tak mampu untuk menghapus rindu ini
Malah semakin lama rindu ini semakin menjadi
Rindu yang tak tersampaikan
Kepadamu sang pemilik rindu
Semoga pada akhirnya akan tersampaikan
Jumat, 07 Maret 2014
hey kamu
hey kamu..
iya, kamu..
kamu yang sejak tadi hanya berdiri disana..
kamu yang sejak tadi hanya diam disana..
mendekatlah...
hey kamu..
iya kamu..
kamu yang sejak tadi sibuk dengan duniamu..
kamu yang sejak tadi sibuk menerka nerka..
kemarilah..
hey kamu..
iya kamu..
kamu yang sejak tadi tak menghiraukanku..
kamu yang sejak tadi tak menggubrisku..
lihatlah aku..
hey kamu..
iya kamu..
kamu yang telah mencuri perhatianku..
kamu yang telah membawa separuh hatiku..
jadilah milikku..
iya, kamu..
kamu yang sejak tadi hanya berdiri disana..
kamu yang sejak tadi hanya diam disana..
mendekatlah...
hey kamu..
iya kamu..
kamu yang sejak tadi sibuk dengan duniamu..
kamu yang sejak tadi sibuk menerka nerka..
kemarilah..
hey kamu..
iya kamu..
kamu yang sejak tadi tak menghiraukanku..
kamu yang sejak tadi tak menggubrisku..
lihatlah aku..
hey kamu..
iya kamu..
kamu yang telah mencuri perhatianku..
kamu yang telah membawa separuh hatiku..
jadilah milikku..
Senin, 24 Februari 2014
My one week boy
Dear, you.. my one week boy..
Ingat awal kita bertemu?
Hanya mata yang bicara, ya karena saat itu aku masih bersamanya..
Namun, kini semua berubah..
Kau datang disaat aku membutuhkanmu..
Kau datang dengan menawarkan kebahagiaan..
Ya, tepat hari itu..
Hari dimana kau hanya terdiam dan menyodorkan handphonemu..
Aku hanya menatap bingung..
Hingga kau berucap "minta nomermu"
Tanpa pikir panjang aku memberinya..
Jujur hati ini bahagia..
Ya, itu 15 Februari lalu...
Hari hari terasa indah..
Menunggu kau mengirim pesan..
Tiap pagi.. hanya kata "selamat pagi" yang kuharap, tak mengapa..
Tiap senja, pesan darimu menghapus semua lelahku..
Ya kau bahagiaku saat ini..
Walau mungkin terkadang kau hanya diam, tak mengapa..
18 Februari...
Pertama kalinya jalan denganmu..
Hanya sekedar mendengarkan akustik..
Tapi tetap bahagia untukku..
Setiap hari aku lalui tanpa sedetikpun tak memikirkanmu..
Ya, setiap hari, jam, menit.. semua hanya kamu.
Cerita kita masih berlanjut dengan kau menemuiku setiap hari..
Tak ada satu haripun tanpa tak bertemu dirimu...
Sampai hari itu..
21 Februari..
Ya, aku tak mengira ini terakhir kali aku bersamamu..
Semua indah saat itu..
Tawa, Canda.. semua terasa seakan tidak akan pernah berakhir..
Hingga ternyata ada hal yang memaksa kau membenciku..
Aku tak ingin kau pergi...
Aku ingin kau tetap disini, bersamaku..
Dear my one week boy...
Seandainya aku bisa jujur, bahwa aku menyukaimu, sejak awal bertemu..
Mungkin ini konyol menurutmu, tapi ini kenyataannya..
Andai kau tau...
Ingat awal kita bertemu?
Hanya mata yang bicara, ya karena saat itu aku masih bersamanya..
Namun, kini semua berubah..
Kau datang disaat aku membutuhkanmu..
Kau datang dengan menawarkan kebahagiaan..
Ya, tepat hari itu..
Hari dimana kau hanya terdiam dan menyodorkan handphonemu..
Aku hanya menatap bingung..
Hingga kau berucap "minta nomermu"
Tanpa pikir panjang aku memberinya..
Jujur hati ini bahagia..
Ya, itu 15 Februari lalu...
Hari hari terasa indah..
Menunggu kau mengirim pesan..
Tiap pagi.. hanya kata "selamat pagi" yang kuharap, tak mengapa..
Tiap senja, pesan darimu menghapus semua lelahku..
Ya kau bahagiaku saat ini..
Walau mungkin terkadang kau hanya diam, tak mengapa..
18 Februari...
Pertama kalinya jalan denganmu..
Hanya sekedar mendengarkan akustik..
Tapi tetap bahagia untukku..
Setiap hari aku lalui tanpa sedetikpun tak memikirkanmu..
Ya, setiap hari, jam, menit.. semua hanya kamu.
Cerita kita masih berlanjut dengan kau menemuiku setiap hari..
Tak ada satu haripun tanpa tak bertemu dirimu...
Sampai hari itu..
21 Februari..
Ya, aku tak mengira ini terakhir kali aku bersamamu..
Semua indah saat itu..
Tawa, Canda.. semua terasa seakan tidak akan pernah berakhir..
Hingga ternyata ada hal yang memaksa kau membenciku..
Aku tak ingin kau pergi...
Aku ingin kau tetap disini, bersamaku..
Dear my one week boy...
Seandainya aku bisa jujur, bahwa aku menyukaimu, sejak awal bertemu..
Mungkin ini konyol menurutmu, tapi ini kenyataannya..
Andai kau tau...
Selasa, 18 Februari 2014
Misteri tentang cinta kita...
Cinta yang entah kenapa tak bisa menyatu..
Tapi juga tak bisa berpisah..
Aku bingung apa mau hatimu dan hatiku..
Seakan akan mereka tak ingin dipisahkan..
Seakan akan ini hanya keegoisan ku dan keegoisanmu untuk memaksakannya berpisah
Hatiku tak bisa menyangkal semua rasa ini
Rasa tak ingin pergi darimu
Rasa tak ingin kau menjauh
Rasa tak mau kita berpisah
Rasa ini semakin menyiksaku
Menyiksa bathinku
Merasakan kita saling mencintai
Tapi tak bisa bersama..
Merasakan saling mengerti
Tapi harus berpisah..
Merasakan saling membutuhkan
Tapi tak bisa memiliki..
Merasa saling menyayangi
Tapi juga saling menyakiti..
Taukah kau, cintaku?
aku selalu sayang kamu, selalu-
Rasa ini tak berubah sedikitpun
Walaupun ada sedikit retakan kecil..
Goresan luka yang menyakitkan hati ini..
Cinta yang entah kenapa tak bisa menyatu..
Tapi juga tak bisa berpisah..
Aku bingung apa mau hatimu dan hatiku..
Seakan akan mereka tak ingin dipisahkan..
Seakan akan ini hanya keegoisan ku dan keegoisanmu untuk memaksakannya berpisah
Hatiku tak bisa menyangkal semua rasa ini
Rasa tak ingin pergi darimu
Rasa tak ingin kau menjauh
Rasa tak mau kita berpisah
Rasa ini semakin menyiksaku
Menyiksa bathinku
Merasakan kita saling mencintai
Tapi tak bisa bersama..
Merasakan saling mengerti
Tapi harus berpisah..
Merasakan saling membutuhkan
Tapi tak bisa memiliki..
Merasa saling menyayangi
Tapi juga saling menyakiti..
Taukah kau, cintaku?
aku selalu sayang kamu, selalu-
Rasa ini tak berubah sedikitpun
Walaupun ada sedikit retakan kecil..
Goresan luka yang menyakitkan hati ini..
Jumat, 18 Oktober 2013
aku
Sekarang aku sadar, bahwa akulah yang kepdan mengira kau menyukaiku, padahal kau hanya menjadikanku tempat disaat kau bosan dan sendirian...
Hopeless when i see u
Pada akhirnya..
pura pura seakan akan semua baik baik aja ga berhasil..
semakin sakit..
sakit berpura-pura tersenyum bahagia di depan semua orang..
sakit berpura-pura ikut bahagia melihat mu dengannya..
Dan ternyata sakit mengakui kau bahagia bersamanya..
Karma?
Iya mungkin ini karma..
Tapi haruskah aku merasakan ini..
Semua seperti tidak ada artinya...
Kehilangan dirimu sama seperti kehilangan separuh dari hidupku..
Semangatku..
Tujuanku..
Mungkinkah kamu kembali kesini?
Kapan kamu bisa melihat aku yang berdiri diam di depanmu..
Menunggumu yang selalu tak melihatku..
Apakah ini percuma?
pura pura seakan akan semua baik baik aja ga berhasil..
semakin sakit..
sakit berpura-pura tersenyum bahagia di depan semua orang..
sakit berpura-pura ikut bahagia melihat mu dengannya..
Dan ternyata sakit mengakui kau bahagia bersamanya..
Karma?
Iya mungkin ini karma..
Tapi haruskah aku merasakan ini..
Semua seperti tidak ada artinya...
Kehilangan dirimu sama seperti kehilangan separuh dari hidupku..
Semangatku..
Tujuanku..
Mungkinkah kamu kembali kesini?
Kapan kamu bisa melihat aku yang berdiri diam di depanmu..
Menunggumu yang selalu tak melihatku..
Apakah ini percuma?
Langganan:
Postingan (Atom)